Bahagia ini ...
Sebuah pekat malam yang berhiasan kudapan bintang
perlahan membisikkan sebuah kalimat sederhana
lirih dan tersirat
namun menumbuhkan alunan piano di nurani
bahagiaku kini melampaui batas angan
tak mampu jika terwakilkan bentuk bentuk alam
pun jua tulisan ini, sebagai bagian terlemah
wujud yang tak terbalas oleh apapun
beralasankan kebahagiaan kutulis ini
demi auramu yang menyiksa sepiku
Dan tersenyum ...
menikmati seikat malam-malam bersamanya
mengelus waktu yang mengiring setiap kedip mata
akhirnya saat tak terhitung lelap tidurku
saat tak kusadar detak nadiku
aku tersenyum dalam teduh bisikmu
dan kembali tersenyum saat berada dalam kuasa ketulusanmu
Lalu menilik hati...
dimana sebuah rasa hinggap secara tak sengaja
perlahan menempel di setiap dindingnya
menyusun balok balok bermahkotakan keagungan mengasihi
disinilah muara itu...muara tentang cerita hati
Tertemukanlah cinta...
yang menganugerahkan dua belas detik keindahan
menguraikan tujuhpuluh tiga makna tak terucap
dan menyimpulkan satu pesan untuk terus mempertahankannya
bahwa itulah predikat cinta, saat tak ada alasan logis bertahta
saat tertegun pada rentetan senyum kebahagiaan dalam muara hati
inilah mencintaku yang perlahan terwujud dalam setiap bentuk laku
Rasakanlah!
Wednesday, March 18, 2009
Friday, March 13, 2009
...
Andai aku kuncup,
Akulah mekar bersama siramanmu
Akulah indah dengan gubahanmu
Mekar bersama petikan senandungmu
Andai aku bulan,
Akulah harapan bersama asamu
Akulah terang lengkap sambutmu
terang bersama gempitamu
Andai aku bersamamu
Ketiadaanmu pelengkap sunyiku
Akulah mekar bersama siramanmu
Akulah indah dengan gubahanmu
Mekar bersama petikan senandungmu
Andai aku bulan,
Akulah harapan bersama asamu
Akulah terang lengkap sambutmu
terang bersama gempitamu
Andai aku bersamamu
Ketiadaanmu pelengkap sunyiku
Thursday, March 12, 2009
SELAMAT ULANG TAHUN, IEP!! **
kembali kau bersihkan serpihan hidup yang menggantung
sejenak kau simpan sebuah resah, demi mimpi yang mulai terukir
tepat setahun yang lalu,
dengan gelas berisi racikan alkohol ringan di tangan kiri
dan jabat tangan kanan menyebut sesimpel nama
dan perjalanan merajut hari dimulai layaknya babak selanjutnya
***
ceritamu selalu menjadi bahasan setiap kali kita bertemu
pun saat aku bernuansa selayak murung
cerita-cerita selalu terkembang apa adanya
tersebutlah disini beberapa dinding pemulih ingatan
satu persatu melaju bersama sinar dirimu
berjalanlah, temukan kebahagiaan itu!
tanggal ini bukan sebuah sejarah
karena kau selalu ciptakan sejarah di setiap genggaman hati
mimpi-mimpimu, akan segera terwujud
maka kalahkanlah dirimu sendiri
dan selamat ulang tahun, iep!
terima kasih untuk segenap makna yang bertahta di setiap suara
**untuk seorang iep yang berulang tahun hari ini ke 24 tahun!
sejenak kau simpan sebuah resah, demi mimpi yang mulai terukir
tepat setahun yang lalu,
dengan gelas berisi racikan alkohol ringan di tangan kiri
dan jabat tangan kanan menyebut sesimpel nama
dan perjalanan merajut hari dimulai layaknya babak selanjutnya
***
ceritamu selalu menjadi bahasan setiap kali kita bertemu
pun saat aku bernuansa selayak murung
cerita-cerita selalu terkembang apa adanya
tersebutlah disini beberapa dinding pemulih ingatan
satu persatu melaju bersama sinar dirimu
berjalanlah, temukan kebahagiaan itu!
tanggal ini bukan sebuah sejarah
karena kau selalu ciptakan sejarah di setiap genggaman hati
mimpi-mimpimu, akan segera terwujud
maka kalahkanlah dirimu sendiri
dan selamat ulang tahun, iep!
terima kasih untuk segenap makna yang bertahta di setiap suara
**untuk seorang iep yang berulang tahun hari ini ke 24 tahun!
Tuesday, March 10, 2009
SEPAHAM RINDU
menggumpalkan segenap takut
menyimpulkan pesan - pesan alam
menengok ke ruang hati
ya, benar, aku merindumu!
menyimpulkan pesan - pesan alam
menengok ke ruang hati
ya, benar, aku merindumu!
Thursday, March 5, 2009
KEDEKATAN YANG JAUH

berbeda dengan segenap rasa yang ada beberapa waktu lalu
meski bukan sebuah kilasan menyilaukan, namun benarlah jika kusebut ini adalah anugerah
kembalinya sedikit aura tentang cerita jiwa
terukirnya tujuh belas ringkasan hidup
dia yang kuingin memeluk lelahku
dan dia yang kupilih akan kubagi separuh sisa hidupku
karena dialah wanita pelukis hati
sementara hari yang hampa pun terlukis dalam senyum
dan ketika hujan sore itu
tepat disamping lalu lalang hewan petang
aku menundukkan perasaanku
untuk membelai pandangmu
sesaat getir berubah menjadi warna cerah
dan berakhir, saat seseorang menggandeng tanganmu
dan sekali lagi...berakhirlah kisah ini
meski ku tahu, pandangmu tak lepas menatapku
:(
Saturday, February 21, 2009
KETIKA TIGA DEWA BERTEMU

Sabtu 21 Februari 2009
Pertemuan yang sangat menyenangkan antara aku, jono, dan bagong...tiga lelaki yang berasal dari satu kampus yang sama, English Department UKSW Salatiga. Ya, mungkin benar, kami adalah 3 dewa!
Rupanya waktu telah bersinggah ke angka 11 dan malam itupun, aku bersama bagong meluncur dari Domas menuju Monginsidi. Dan benar, jono mudik, secara dia menjadi seorang pekerja keras di Jakarta. Momment seperti ini jangan sampe dilewatkan, pikir kami.
Sesampai disana, kita menghabiskan waktu kurang lebih 15 menit untuk ngobrol di teras tentang segala hal, hingga 3 orang yang sedang mabuk, berboncengan di satu motor, terjatuh tepat di seberang tempat kami nongkrong. Asli, sangat menjengkelkan!!
Spontan, Jono bilang ama aku & Bagong. Sambil menatap ketiga orang mabuk tersebut, Jono bilang: "wis, nengke wae...nengke wae...nengke...bwen ke!..pancen jatah'e kok..bwen ke wae"
dalam hati aku ngakak...Tenang Jon!! santeee!!!
beberapa menit kemudian, mereka udah pergi dengan segala fenomena nya..ah, another silly weekend, pikirku. Tapi kita ga mau lewatin weekend ini dengan gitu2 aja...oke, kita cabut, dengan (sangat) berharap bisa dapet tempat nongkrong yang enak buat ngobrol (baca: plus ngebir juga!)
berputar-putarlah kita sambil sedikit memaki tentang matinya kota salatiga di jam 12 malam (ya iyalah...)
aih...ada satu coffeeshop baru di daerah kemiri! lupa apa namanya, yang jelas sebenarnya tempat tersebut cukup mempunyai alasan untuk kami membatalkan "beer talk"
ups, ternyata mereka udah close order...ya, ya , ya...it's twelve, and it's salatiga!
jadinya, dengan sedikit berputar ke penjuru-penjuru kota, akhirnya kita mampir ke kawasan jendral sudirman, mendaulat sebuah roti bakar coklat keju.
"beer talk" akan segera dimulai, dan kita kembali ke rencana semula...belanja bir di pak a***.
here we go...percakapan tiga dewa dimulai...topik yang kita obrolin benar-benar sangat seru. dimulai jam 00.30, kita mengawali pembicaraan dengan (ah, u know) adik angkatan...tak dipungkiri kita bertiga adalah kakak angkatan yang baik hati, yang selalu memperhatikan para adik angkatan semasa kuliah (pun saat masa tersebut selesai)
Kita, para kakak angkatan ini, selalu mencoba akrab dan friendly, loveable, care, helpful, gesit, lincah, dinamis, sporty, berkarisma, heroic, dan selalu menganggap setiap adik angkatan (terutama yg lucu2) , mereka sudah kita anggap seperti adik sendiri...yah, tapi mereka samasekali tidak menganggap kami sebagai kakak :(
Next topic,
perjalanan dan hal-hal bodoh (baca:seru) yang kita lakukan di negeri orang
bagong: kena denda di Jepang
jono: kesasar di thailand
aku: ngobrol ama security di china yg ga bisa bahasa inggris (dan aku ga bisa mandarin)
topik terus berlalu, dan bir semakin menipis, bersamaan dengan roti bakar yang satu persatu berkurang
Next topic,
Bagaimana merawat anjing dengan baik dan benar.
dalam hal ini, bagong pegang peran utama, karna dia lagi getol2nya melihara anjing dan sepertinya sedang happening di otaknya dia...aku dan jono cukup mengimbamngi saja.
Next topic,
damn! we were talking about politic!!!!!
yes, kita ngobrolin politik, dan semua hal dibalik itu...ah, tiga nyawa sederhana ini mungkin punya pemikiran tersendiri tentang dunia politik di indonesia!
...........
itulah sedikit gambaran alasan kenaa aku masih tetap menikmati hidup...dapet sohib2 yang ngga penting dan kota salatiga yang jadi "never ending story"
akhirnya, aku pulang ke semarang dan bagong pulang ke rumahnya, seiring dengan jono mengunci pagar rumahnya...
sampai bertemu di konferensi tiga dewa selanjutnya
Saturday, February 14, 2009
...

menuliskan sedikit harap yang diterjemahkan dalam peluh
suatu saat di valentine 2009...
ketika banyak orang melogikakan perasaan mereka
ketika sebuah rasa dikombinasikan dengan logika
inilah sedetik sedih yang tak terucap lidahku
bukan karna aku menginginkan sebuah kelayakan
hanya tak kuasa memandang gelisah sisi batin
yang merindukan paruhnya
kemana perginya gugusan angin sejuk, saat aku kepanasan
dimana tersimpan hangat mentari saat aku menggigil
mungkin benar kata seorang sahabat lama...
bahwa titik titik lemah tak henti kupandang
sehingga letih batin terasa menguasai pandang
harus kukemasi lipatan lipatan hati yang beku
agar alam mampu menemukan jawaban misteri ini
Subscribe to:
Posts (Atom)
SEBUAH DEDIKASI UNTUK HUJAN
Seketika hujan malam ini membuatku melamun Coba kubuka malam Tertemuilah siang yang sedang lelap Embun yang belum jadi dan cerit...
-
Tempat kos ini terletak di Jogja, di daerah gayam, dihuni oleh 3 mahasiswa dari kampus Universitas Negeri Swasta Mandiri. Ketiganya ...
-
Obrolan sama Jono, saat kami punya ide yang sangat brilliant dan pecah. Kami akan membukukan chat kami! Ini akan jadi sejarah!!! awang a...
-
Oke, udah cukup lama aku enggak nulis di blog. Agak aneh sih awalnya, memulai (lagi) sesuatu yang udah sekitar 3 tahun ini aku ‘cuekin’...